Rabu, 10 Juni 2009
Gracia Akechi Hosokawa
Hosokawa Gracia
Hosokawa Gracia
Hosokawa Gracia atau Hosokawa Tama (細川玉) (1563-1600) adalah wanita bangsawan Jepang semasa perang sipil/periode Sengoku. Dia adalah putrid ketiga dari Akechi Mitsuhide. Terlahir dengan nama Tama, Gracia adalah nama baptisnya setelah masuk agama Kristen. Dia menikah dengan Hosokawa Tadaoki, anak seorang daimyo dan melahirkan dua orang anak baginya. Dalam sejarah kekristenan dia adalah santa Jepang yang pertama.
Daftar isi[sembunyikan]· 1 Kehidupan awal· 2 Putri sang pengkhianat· 3 Masuk Kristen· 4 Akhir yang tragis· 5 Hosokawa Gracia dalam budaya populer· 6 Pranala luar
Kehidupan awal
Hosokawa Gracia dan suaminya, Hosokawa Tadaoki
Tahun 1578, ketika Tama masih berumur 15 tahun, dia menikah dengan Hosokawa Tadaoki, putra sulung Hosokawa Fujitaka. Mereka adalah pasangan yang serasi, Tama seorang gadis yang cantik dan pintar, mewarisi bakat intelektual ayahnya, Mitsuhide yang berpendidikan tinggi, sementara Tadaoki juga seorang yang ahli dalam melukis dan berpuisi, juga piawai dalam upacara minum teh, murid dari guru besar Sen Rikyu yang terkenal. Setelah menikah, dia menghabiskan waktunya di kastil Syoryuji, Kyoto dengan suaminya. Mereka hidup saling mencintai dan menghargai.
Tahun 1580, suaminya dan mertuanya mengalahkan klan Isshiki. Setelah mertuanya pensiun, Tadaoki menjadi kepala klan berikutnya, dia menguasai provinsi Tango yang subur. Kastilnya di Miyazu terkenal akan keindahan alamnya sehingga disebut Ama-no-Hashidate yang berarti jembatan surga.
Putri sang pengkhianat
Tahun 1582, hal tragis dalam kehidupannya bermula. Saat itu ayahnya, Mitsuhide memberontak terhadap atasannya Oda Nobunaga dalam peristiwa yang dikenal dengan Insiden Honnoji. Dalam peristiwa itu Nobunaga terjebak dan bunuh diri dalam lautan api.
Hideyoshi, seorang jendral Nobunaga lainnya yang sedang bertugas di wilayah barat segera melakukan tindakan balasan. Harapan Mitsuhide agar Tadaoki dan ayahnya mendukung pemberontakan itu gagal, bahkan Takayama Ukon yang teman dekatnya pun tidak mendukungnya.
12 Juni 1582, pasukan Hideyoshi dengan kekuatan 36.000 orang berhadapan dengan pasukan Mitsuhide yang hanya 16.000 orang di pegunungan Tennozan dalam pertempuran Yamazaki. Mitsuhide kalah dalam pertempuran ini dan berusaha melarikan diri ke kastilnya di Sakamoto, namun dia terbunuh dalam pelariannya.
Setelah pemberontakan ditumpas, Tama kini dicap sebagai putri pengkhianat. Suaminya tidak ingin menceraikannya, sebagai gantinya dia menemaninya ke pengasingan di Midono, sebuah desa kecil di daerah pegunungan Kyoto. Beberapa tahun kemudian, dia akhirnya diperbolehkan kembali ke kediaman Hosokawa di Osaka.
Masuk Kristen
Tama tadinya adalah seorang pemeluk Budha sekte Zen. Dia mulai tertarik dengan agama Kristen dari seorang pelayannya,Kihara Kayo, yang nama baptisnya Maria dan mendapatkan pemahaman Kristen lebih dalam dari seorang daimyo Kristen, Takayama Ukon yang teman suaminya.
Tahun 1567, ketika suaminya sedang bertugas di Kyushu berperang dengan klan Shimazu dia mengunjungi sebuah gereja Yesuit di Osaka. Saat itu Gereja sedang didekorasi dengan indah karena menjelang Paskah. Disana Tama terlibat diskusi dengan misionaris Spanyol bernama Cesvedes. Sang misionaris terkesan akan kemampuan intelektual perempuan ini.
Suaminya tidak suka Tama sering keluar meninggalkan rumahnya sehingga dia tidak lagi sering ke Gereja. Namun dia masih sering surat-menyurat dengan misionaris Spanyol itu untuk lebih mengerti tentang kekristenan. Tahun 1587, akhirnya dia dibaptis di rumahnya oleh pelayannya, Maria dan namanya berganti menjadi Gracia (Garasha dalam dialek Jepang), yang berarti anugerah Tuhan. Suaminya marah setelah mengetahui dia pindah agama, berkali-kali dia menyuruhnya meninggalkan agama barunya itu, bahkan Hideyoshi yang kini sudah memegang kekuasaan juga memerintahkannya demikian, namun dia tetap berpegang teguh pada imannya dan menolak.
Tahun itu juga, Hideyoshi mulai memulai penindasan terhadap orang Kristen. Tindakan ini diambil atas dasar ketidaksukaannya pada beberapa daimyo yang menyumbangkan tanahnya pada gereja asing dan perdagangan manusia yang melibatkan pedagang-pedagang Portugis. Bulan Juli tahun itu, Takayama Ukon diasingkan ke Filipina karena menolak meninggalkan imannya dan bulan berikutnya Hideyoshi secara resmi mengeluarkan undang-undang pelarangan agama Kristen. Dibawah tekanan-tekanan itu Gracia tetap berpegang pada kepercayaannya.
Akhir yang tragis
Toyotomi Hideyoshi meninggal tahun 1598, namun itu bukanlah akhir penderitaan bagi Gracia. Dua tahun kemudian, tahun 1600, pertempuran besar Sekigahara meletus. Suaminya memihak kubu timur yang dipimpin Tokugawa Ieyasu. Sementara suaminya berperang Gracia tinggal di Osaka yang dikuasai Ishida Mitsunari, pemimpin kubu barat. Mitsunari memakai siasat licik dengan menahan keluarga para jendral timur yang tinggal disana sebagai sandera dan memaksa mereka untuk membelot padanya atau setidaknya tidak menyerangnya.
Gracia tidak rela dirinya dimanfaatkan sebagai alat, dia lebih memilih mati sebagai tanda kesetiaan pada suaminya dan pemimpinnya yang sah, Tokugawa. Karena agamanya melarang bunuh diri, maka dia memerintahkan seorang pengikut suaminya, Ogasawara Shosai untuk membunuhnya. Setelah menjalankan perintah terakhir majikannya, samurai tua itu beserta seluruh penghuni kastil juga melakukan seppuku di tengah api yang akhirnya membakar habis kastil itu. Mitsunari murka mendengar kabar ini sehingga dia terpaksa membatalkan rencana penyanderaan itu. Seorang pastor memungut jasadnya dari puing-puing kastil dan menguburkannya di Sakai namun kemudian suaminya memindahkannya ke kuil Sozenji di Osaka. Tahun 1862, tahta suci Vatikan mengkanonisasikannya sebagai santa/ orang suci.
Beberapa orang memperdebatkan kepantasannya sebagai martir Kristen karena dia meninggal hanya sebagai istri setia, bukan karena mempertahankan imannya. Selain itu dengan memerintahkan pengikut suaminya untuk membunuhnya juga dianggap sebagai tindakan bunuh diri yang terlarang dalam agama Kristen. Namun, terlepas dari segala kontroversi tersebut, Gracia tetap merupakan tokoh yang dihormati baik oleh Kristen maupun non-Kristen.
Rabu, 03 Juni 2009
Celine dion
Pada tahun 1990 Dion mengeluarkan album ‘Unison’. Sepanjang tahun 1990-an, dia mencapai sukses dan ketenaran di seluruh dunia dengan beberapa kaset dalam Bahasa Inggris dan Perancis , yang mana paling sukses adalah ‘Falling into You’ (1996), dan "My Heart Will Go On" ( 1998) yang merupakan musik tema film ‘Titanic’ pada 1997 . Di 1999 dia mengumumkan untuk istirahat dari aktifitas musiknya untuk merawat suaminya yang didiagnosa mengidap kanker.
Album
· 1987: Incognito
· 1990: Unison
· 1991: Dion chante Plamondon
· 1992: Celine Dion
· 1993: The Colour of My Love
· 1995: D'eux
· 1996: Falling into You
· 1997: Let's Talk About Love
· 1998: These Are Special Times
· 1998: S'il suffisait d'aimer
· 2002: A New Day Has Come
· 2003: One Heart
· 2003: 1 fille & 4 types
· 2004: Miracle
· 2005: On Ne Change Pas
· 2007: D'elles
· 2007: Taking Chances
Rabu, 27 Mei 2009
Biografi Oprah Winfrey
Oprah Winfrey
Oprah Winfrey
Oprah Gail Winfrey adalah seorang selebriti dan pengusaha Amerika Serikat yang namanya melambung setelah membawakan sebuah acara bincang-bincang yang sangat populer, The Oprah Winfrey Show.
Dengan kekayaan sekitar 1,3 milyar dolar AS, ia masuk dalam daftar milyarder di dunia.
Daftar isi
|
Masa Kecil Oprah
Oprah lahir pada tanggal 29 Januari 1954 di Kosciusko, Mississippi, ia dibesarkan di sebuah perternakan oleh neneknya yang keras (Hattie Mae) selama enam tahun.
Ketika berusia enam tahun, ibunya, Vernita, mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di Milwaukee, Wisconsin dan akhirnya mengambil Oprah kembali dari neneknya. Di Milwaukee, ia harus tinggal dalam satu kamar bersama ibu dan dua saudara tiri, laki – laki dan perempuan. Setiap hari Vernita meninggalkan anak-anak itu pagi-pagi sekali dan baru pulang pada malam hari, sehingga ia tidak punya waktu untuk keluarganya.
Agar ibunya memperhatikannya, Oprah sering kabur dari rumah. Pada usianya yang ke-9, ia mengalami pelecehan seksual oleh sepupunya yang berusia 19 tahun yang sedang bertugas menjaganya. Oprah yakin itu kesalahannya dan tidak menceritakan apa yang ia alami kepada siapapun.
Menginjak usia 14 tahun, Oprah hamil dan bayinya meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Ketika Oprah melarikan diri selama satu minggu, ibunya memutuskan untuk mengirim Oprah hidup bersama ayahnya di Nashville. Oprah yang benar–benar takut dengan ayahnya, kalau sampai ia sanggup tinggal bersama ayahnya, ia akan merubah hidupnya, ia akan menunjukan siapa dia yang sebenarnya.
Masa Remaja
Pada umur 14 tahun, Oprah tinggal bersama ayahnya (Vernon Winfrey) dan ibu tiri nya (Zelma) yang merupakan anggota terhormat masyarakat Tennessee.
Ayah Oprah tidak bisa mentoleransi sikap negatif Oprah atau nilai sekolahnya yang buruk. Oprah memperoleh nilai – nilai C di Milwaukee, tetapi hanya nilai A yang bisa diterima oleh ayahnya.
Awalnya, Oprah benci pada aturan tegas dan harapan tinggi mereka. Tapi, ternyata justru itulah yang ia perlukan, orangtua yang membuat peraturan dan menerapkannya dengan tegas, tapi juga memberikan cinta dan perhatian yang diinginkannya. Oprah pun bangkit.
Tidak saja nilai sekolahnya yang meroket, Oprah juga jadi lebih ramah dan populer daripada sebelumnya.
Pada usia 16 tahun, Oprah menempuh perjalanan ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja.
Pada usia 17 tahun, dia memperoleh pekerjaan pertamanya di dunia pertunjukan sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal. Mereka bahkan membayarnya $100 per minggu, yang terhitung besar buat siswa sekolah menengah pada tahun 1970-an.Pada usianya yang ke-19, ia ditemukan oleh sebuah stasiun televisi di Nashille untuk dipekerjakan sebagi wartawan dan penyiar berita.
Puncak Kejayaan
The Oprah Winfrey Show
Pada 1976, Oprah menjadi pembawa acara TV di Baltimore dan kemudian dipromosikan sebagai pendamping pemandu acara bincang-bincang pagi (talk show) yang bernama People Are Talking (Orang–orang Mulai Berbicara).
Pada 1984, Oprah mendapatkan terobosan besar. Dia diminta menjadi pemandu acaranya sendiri disebuah Chicago. Acara A. M. Chicago mengudara pada waktu yang sama dengan acara Phill Donahue Show yang populer.tetapi tidak butuh waktu lama bagi Oprah untuk menurunkan Phill dan takhtanya. Dalam waktu singkat dia menjadi bintang di 120 kota besar di seluruh Amerika.
The Oprah Winfrey Show membuat debut nasional pertamanya pada tahun 1986, dan meraih sukses dengan cepat dengan menjadi pertunjukan yang paling populer di televisi, menjadikannya wanita kulit hitam yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi.
The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomer satu saat itu,Acara ini di tonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.
Majalah Pendiri dan Direktur Editorial
Pada bulan April tahun 2000, Oprah dan Majalah Hearts memperkenalkan O, The Oprah Magazine,Majalah tersebut menjadi majalah yang sukses dalam sejarah penerbitan dengan sirkulasi 2,3 juta pembaca setiap bulannya.
Di April 2002, Oprah meluncurkan edisi pertama internasional dari O, The Oprah Magazine di Afrika Selatan.
Aktris dan Produser
Oprah merealisasikan impian masa kanak-kanaknya untuk menjadi seorang bintang film, dengan berakting dalam drama milik beberapa penulis brilian, melalui perusahaan filmnya, Harpo Productions:
- The Color Purple (1985)
- Native Son, The Women of Brewster Place (1989)
- Before Women Had Wings(1997)
- Beloved (1998)
Oprah juga menjadi Produser Broadway theatre "The Color Purple", membuat situsnya sendiri (oprah.com), dan memiliki radio satelit Oprah and Friends.
Penghargaan
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
Library Lion 2006 dari Perpustakaan Publik New York (The New York Public Library).
2005 National Freedom Award dari Musium Hak-hak Sipil Nasional (National Civil Rights Museum)
National Association for the Advancement of Colored People — Hall of Fame
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
2005 International Emmy Founders Award dari International Academy of Television Arts & Sciences.
Penghargaan Global Aksi-aksi Kemanusiaan (Global Humanitarian Action Award ) dari Asosiasi PBB Amerika (United Nations Association of the United States of America)
Penghargaan atas Jasa Terhormat (Distinguished Service Award) dari Asosiasi Penyiaran Nasional (National Association of Broadcasters)
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di Seluruh Dunia.
Association of American Publishers – AAP Honors Award
54th Annual Primetime Emmy Awards® – Bob Hope Humanitarian Award
Broadcasting & Cable – Hall of Fame
National Book Foundation – 50th Anniversary Gold Medal
National Academy of Television Arts & Sciences® – Lifetime Achievement Award
Majalah Time — 100 Orang yang Paling Berpengaruh di abad ke 20th.
Newsweek – Most Important Person in Books and Media
TV Guide – Television Performer of the Year
International Radio & Television Society Foundation – Gold Medal Award
George Foster Peabody Awards – 1995
Individual Achievement Award
Oprah dan Hermès
Pada bulan Juni 2005, Oprah yang berada di Paris, Perancis dilarang masuk ke salah satu toko Hermès oleh salah satu karyawan toko tersebut karena mereka sedang mengalami masalah dengan orang-orang dari Afrika Utara. Media massa memberitakan bahwa Oprah datang saat toko akan tutup dan dilarang masuk untuk membeli sebuah tas namun dalam talk show-nya, Oprah menyatakan dan dibenarkan oleh CEO Hermès Amerika Serikat, Robert Chavez, bahwa ia datang pada waktu menjelang tutup namun toko masih melayani pelanggan dan saat ia masuk, ada karyawan Hermès yang mengamatinya dan kemudian melarangnya masuk karena ia tidak tahu Oprah dan pada saat itu Oprah tidak sedang berdandan.
Fakta
- Tahukah Anda, bahwa nama Oprah Winfrey sebetulnya adalah kesalahan eja? Orangtuanya bermaksud menamainya Orpah, seperti yang terdapat di dalam Alkitab, tetapi sang bidan yang mencatat kelahiran itu tidak dapat mengeja dengan baik, sehingga namanya menjadi Oprah Winfrey.
Rabu, 15 April 2009
Cheating(again)
Selasa, 14 April 2009
Virus malas menyebar
1).Udah agak jenuh ma soal
soal.Mungkin setelah try out anak anak yang nilainya udah pada bagus merasa udah bisa dan
siap buat UN malah jadi ga belajar.
2).Too much holiday
Gw akuin banyak banget libur di bulan April mulai dari Pemilu,paskah,sampai Sabtu-Minggu
makanya anak anak mulai malas
3).Teori yang belum bisa dipastiin
Ada yang bilang try out lebih susah dari UN so anak anak yang TO pada bagus merasa UN
pasti lebih bagus.

